Billboard Ads

Anaknya Dianiaya, Aghnia Punjabi: Alasan IPS Tidak Masuk Akal

 


Sebuah kejadian tragis menimpa seorang balita berusia tiga tahun di Malang, Jawa Timur, yang menjadi korban penganiayaan oleh pengasuhnya. Kasus ini mengundang kemarahan dan keprihatinan dari masyarakat setempat serta menyoroti pentingnya perlindungan anak.

Aghnia Punjabi, ibu dari balita tersebut, melaporkan bahwa anaknya mengalami penganiayaan oleh seorang pengasuh yang berinisial IPS, pada Minggu (31/3). Dalam keterangan kepada media, Aghnia menyatakan bahwa alasan yang disampaikan oleh IPS terkait motif penganiayaan tersebut tidak masuk akal. IPS mengklaim bahwa anak tersebut tidak mau diobati, padahal saat itu anak tersebut tidak sedang sakit.

"Aghnia Punjabi merasa heran karena IPS mengaku ingin mengobati anak, padahal anaknya sama sekali tidak sakit saat itu," ungkap Aghnia.

Pihak kepolisian setempat telah mengamankan IPS dan menetapkannya sebagai tersangka. Dia akan dijerat dengan Pasal 80 Ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dan kekerasan pada anak, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp 100 juta.

Kasus ini menyoroti pentingnya pemilihan pengasuh atau tempat penitipan anak yang aman dan terpercaya. Orang tua diingatkan untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan lingkungan di mana anak-anak mereka berada. Perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan dan penelantaran harus menjadi prioritas utama bagi setiap individu dan masyarakat.

Kejadian ini juga menegaskan perlunya kerja sama antara pihak berwenang, masyarakat, dan lembaga terkait dalam memberantas kasus-kasus kekerasan terhadap anak. Dengan demikian, diharapkan kasus serupa dapat dicegah di masa yang akan datang dan anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang.

Post a Comment